
JEJAKKALTENG.COM, Sampit – Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR), melakukan kunjungan terhadap Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), tepatnya di kota Sampit, di Rumah Jabatan (Rujab) Kotim, Kamis (9/3/2023).
Rektor UMPR, M Yusuf, menyampaikan, tujuannya yakni untuk menyampaikan penugasan dari Kementerian Pendidikan dalam hal riset dan teknologi, dan UMPR mendapat penugasan dalam menjalankan program tersebut yakni Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
“RPL itu adalah sebuah kebijakan pemerintah untuk menyetarakan aktivitas-aktivitas seperti aparatur pemerintah, TNI-Polri, aparatur desa maupun pendampingnya, dan warga masyarakat. Yang mana selama ini belum bisa mengakses pendidikan tinggi karena tugas-tugas mereka dan daerahnya memiliki akses yang terjangkau,” sebut Yusuf.
Ia mengatakan, syarat untuk mereka yang lulus tingkat SMA sudah mencapai 5 tahun, aktivitas-aktivitasnya akan disetarakan sebagai kegiatan akademik, penyesuaian aktivitas itu sampai dengan 5 semester. Artinya para aparatur desa dan pendampingan desa serta masyarakat hanya akan menjalani pendidikan selama 2 semester berhak mendapatkan gelar sarjana.
“Pola penyelenggaraannya itu nantinya sangat natural, mereka tidak harus meninggalkan tugasnya maupun desanya, tapi nantinya menggunakan pembelajaran jarak jauh yang sudah diresmikan oleh pemerintah. Dan bagi daerah-daerah yang blank spot atau memilik akses yang terjangkau nantinya dosen akan datang ke daerah/desa tersebut dan menentukan titik kumpulnya dimana di setiap desa, yang mudah di akses dimana-mana,” jelasnya.
Tambahnya, Asisten I Setda, menyebutkan bahwa akan ada nanti pembicara lanjutan kolaborasi dengan pemerintah daerah, terutama dalam hal pembiayan. Lanjutnya, di tahun 2021 program RPL sempat ada hibah oleh pemerintah untuk uji coba, namun sekarang sudah diberikan penugasan mandiri oleh pemerintahan untuk 14 program studi.
“Ke-14 program studi itu adalah Teknik Sipil, Agroteknologi, Kehutanan, Ilmu Administrasi Negara, Ilmu Komunikasi, Ahwal Al Syahsyiyah (AHS), Pendidikan Teknologi Informasi (PTI), Bimbingan dan Konseling (BK), Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Ekonomi, D3 Analis Kesehatan, D3 Farmasi, dan S2 Administrasi Publik (MAP),” pungkasnya.(AP-JK)