JEJAKKALTENG.COM, Sampit – Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Kotawaringin Timur (Kotim), Rihel, mengungkapkan, pemkab saat ini masih menunggu keputusan dari pihak Kementrian Perhubungan (Kemenhub), tarkait pengembangan Bandar Udara (Bandara) H Asan Sampit, yang sudah lama dicanangkan pemerintah.
“Untuk lahannya sendiri sudah ada dan sudah siap, tinggal menungggu jadwa serah terima, terkait seperti apa proses perpanjangannya nanti, tergantung dari pihak Kemenhub,” ungkap Rihel. Senin (20/5/2024).
Rihel menjelaskan, saat ini, pemkab sendiri telah menyiapkan tanah seluas 5 hektare dari total 8,3 hektare yang dibebaskan, untuk dihibahkan ke Kemenhub, untuk kepentingan pengembangan bandara kebanggaan masyarakat Kotim tersebut.
Hibah tanah seluas 5 hektare tersebut dinilai cukup untuk pengembangan Bandara H Asan Sampit. Adapun pengembangan bandara tersebut akan memperpanjang landasan pacu yang semula 2.060 meter menjadi 2.260 meter dan pelebaran 30 meter menjadi 45 meter.
Lanjutnya, penyerahan hibah tanah kepada Kemenhub nantinya akan dilaksanakan oleh Bupati Kotim Halikinnor. Namun dirinya belum dapat memastikan jadwal penyerahannya.
“Tinggal apakah ada atau tidak keinginan mereka untuk memperpanjang landasan. Yang kita harapkan keinginan kita gayung bersambut,” ucapnya.
Lanjutnya, hingga saat ini belum ada perkembangan terkini dari Kemenhub RI terkait pengembangan Bandara H Asan Sampit. Namun Rihel berharap, setelah hibah tanah diserahkan ada keseriusan dengan memindahkan gedung PKP-PK.(JK)