Beranda Nasional Kotim Memiliki 54 Apotek yang Tersebar di Beberapa Tempat

Kotim Memiliki 54 Apotek yang Tersebar di Beberapa Tempat

0
BERBAGI
Ketua DPC IAI Kotim, Ahyat Kusnandar, pada saat menyampaikan sambutannya di acara Referensi Cabang IAI di Banana Ballroom Werra Resort Hotel, Minggu (5/3/2023).

JEJAKKALTENG.COM, Sampit – Ketua Pengurus Cabang (PC) Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Ahyat Kusnandar, mengatakan, bahwa ini merupakan hari terakhir menjabat sebagai Ketua PC IAI Kotim, yang mana ia sudah mendudukinya selama 2 periode selama 8 tahun lebih dari masa bakti 2014-2023.

“Pasang surut sudah kami rasakan dalam mengembangkan organisasi ini, dari awal sampai dengan sekarang ini, dan alhamdulillah dengan hari ini semua anggotanya sudah berjumlah 111 apoteker,” ungkap Ahyat, Minggu (5/3/2023).

Di depan Bupati Kotim, H Halikinnor, yang hadir, ia mengatakan, apotek yang sudah tersebar di Kotim berjumlah 54 apotek yakni, di Sampit 41 buah, Samuda 4 buah, Sebabi 4 buah, Parenggean 5 buah, dan dari itu semua diantaranya 24 apotek milik sendiri dan 30 milik pengusaha atau yang memperkerjakan apoteker.

“Dari 111 apoteker yang ada, 35 persen nya itu di dominasi oleh orang luar, akan tapi mereka ini adalah orang yang besar dan lahir di Sampit,” ujarnya

Ia menambahkan, peran apoteker itu sangat strategis dalam menjaga dan mengajar kesehatan didalam di masyarakat. Di samping itu ia juga menyampaikan, bahwa jika ada apoteker baru seperti lulusan baru, tenaga kontrak, maupun untuk memperpanjang apotek itu semua harus ada surat rekomendasi yang di keluarkan oleh IAI.

“Pak Bupati, kami sebagai apoteker mengharapkan untuk tugas-tugas ke farmasian institusi kesehatan di Kabupaten Kotim itu untuk bisa dipegang oleh seorang apoteker,” harapnya.

Lanjutnya, apabila ada apoteker baru dan tidak memiliki pekerjaan, ia menyarankan, agar membuka apotek sendiri walaupun itu kecil. Ia meyakini, bahwa jika apotek itu dijaga dan dikembangkan dengan betul-betul pasti akan membuahkan hasil yang meyakinkan.

“Ada beberapa anggota apoteker, saya tidak tahu apakah dia tidak diterima sebagai PNS atau apa, akhirnya dia membuka apotek sendiri, dan saya kaget dengan membuka apotek itu bisa menghasilkan Rp 20jt-30jt, itu membuktikan bahwa pengusaha obat tidaklah kecil hasilnya,” terangnya.(AP-JK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here