JEJAKKALTENG.COM, Sampit – Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak ditetapkan sebagai siaga darurat hingga 22 Agustus 2023 kemarin terdapat 95 kejadian dengan total luas lahan yang terbakar 314,769 hektar. Penyebaran titik hotspot atau panas juga terdeteksi hampir di setiap kecamatan.
Yang mana hal itu membuat sebagian wilayah polusi udaranya mulai tidak sehat, lantaran tercemar oleh asap terutama saat pagi hari dan malam hari.
“Asap mulai tebal, saya sudah panggil Kepala Dinas Pendidikan dan jajaran serta koordinator wilayah (Korwil) membicarakan jam masuk sekolah,” ujar Bupati Kotim Halikinnor, Kamis (24/8/2023).
Halikin menegaskan, keputusan untuk meliburkan sekolah itu bergantung kualitas udaranya, jika kondisi tidak memungkinkan atau udara semakin tidak sehat karena asap di wilayah dimana satuan pendidikan berada, satuan pendidikan dapat mengusulkan pengunduran jam masuk sekolah. Karena asap tidak menyelimuti semua wilayah, hanya sebagian saja.
Namun ditegaskannya lagi, jika asap semakin tebal dan parah di wilayahnya maka pihaknya akan meliburkan anak-anak sekolah.
“Maka sekolah tersebut bisa mengusulkan pengunduran jam masuk sekolah. Ini sifatnya situasional. Tapi klau kondisinya parah bisa saja liburkan dulu, ini untuk menjaga Locohatan anak-anak kita,” ujarnya.(AP-JK)