
JEJAKKALTENG.COM, Sampit – Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Irawati, hadir dalam kegiatan acara Manasik Haji Tingkat Kabupaten Jamaah Haji Reguler Tahun 1444 H/2023, di di Aula Islamic Centre Sampit, Kamis (11/5/2023).
“Alhamdulillah saat ini pemerintah kita tidak ada lagi pembatasan umur untuk bisa berangkat haji, yang mana pada saat adanya pembatasan umur itu maksimalnya hanya 65 tahun, jika lebih dari tidak bisa,” ungkap Irawati.
Dalam sambutannya, Irawati mengatakan, hari ini Kementerian Agama Kabupaten Kotim melaksanakan bimbingan manasik haji bagi calon jamaah haji (CJH), manfaatkanlah kesempatan ini untuk para jamaah haji menggali seluas luasnya pengetahuan itu. Jika memang ada ganjalan atau sesuatu yang belum dipahami, silahkan tanyakan dengan para pembimbing haji dalam kegiatan ini.
“Jangan sampai karena malu bertanya, di saat nanti bapak dan ibu menunaikan ibadah haji, banyak rukun haji yang terlewatkan sehingga ibadah haji kita menjadi tidak sah. Betapa sayangnya, niat baik dan tabungan yang bapak ibu kumpulkan sekian waktu, akan menjadi sia-sia hanya karena kurangnya ilmu,” tegasnya.
Dirinya juga menyampaikan, bahwa ibadah haji adalah satu dari rukun islam yang ke 5, tentunya memiliki nilai yang sangat luhur dan mulia Allah SWT menjanjikan pahala surga bagi mereka yang menunaikan ibadah haji dengan sempurna, mendapat haji yang mabrur.
“Tentunya untuk calon jamaah haji harus selalu bersyukur, karena tidak semua muslim-muslimah bisa memperoleh kesempatan menjadi tamu Allah. Karena itu, selain terus bersyukur, para jamaah haji juga harus persiapkan bekal sebaik-baiknya, baik bekal fisik, psikis, pengetahuan seputar ibadah haji, keuangan dan sebagainya,” katanya.
Dalam hal ini dirinya juga menjelaskan, kepada para jamaah yang nantinya berangkat haji dan tinggal di tanah suci dalam sekian waktu, usahakan dan pastikan pikiran hanya untuk beribadah, bukan sebaliknya masih mencemaskan yang tertinggal di tanah air. Selesaikan segala permasalahan, selanjutnya bertawakkalah kepada Allah SWT. Seringkali diabaikan para jemaah haji adalah persiapkan keuangan yang bukan diperuntukkan berbelanja disana.
“Karena esensi kita berangkat haji bukanlah untuk belanja tapi hanya untuk ibadah. Keuangan yang saya maksud terkait dengan hal-hal yang mungkin terkait tradisi pengajian sebelum keberangkatan, uang saku selama kehidupan di tanah suci meskipun semuanya telah ditanggung panitia, bayar dam atau hal-hal lain yang sifatnya emergency yang dapat mempengaruhi konsentrasi ibadah haji,” jelas Wabup.
Terakhir, ia meharapkan kepada para calon jamaah haji untuk menjaga kekompakkan, meskipun ada diantara calon jemaah haji disini ada mendapat bimbingan dari beberapa Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), hendaknya untuk menonjolkan ekslusifitas, karena pada hakikatnya semua sama nantinya menjadi tamu Allah.(AP-JK)