
JEJAKKALTENG.COM, Sampit – Asisten I Sekretariat Daerah Kotawaringin Timur (Kotim), Rihel, menghadiri sekaligus mengucapkan selamat atas diresmikannya Huria Na Gok di Gereja HKBP Parulian, di Jalan Soekarno-Hatta, RT 05/RW 01, Baamang Barat, Senin (10/4/2023).
“Atas nama pribadi saya menyampaikan, bahwa Pak Bupati hari ini tidak bisa hadir, dikarenakan beliau ada agenda diluar kota yaitu di Surabaya bersama dengan sekretaris daerah,” jelas Rihel.
Dalam sambutan Bupati, yang dibacakan oleh Asisten I menyampaikan, bahwa Pemerintah Kaabupaten Kotim mengucapkan selamat kepada pengurus Gereja atas diresmikannya Huria Na Gok. Selesainya pembangunan Gereja ini, tentunya membutuhkan pengorbanan baik pikiran, waktu, tenaga maupun biaya yang tidak sedikit.
“Semoga dengan berdirinya gereja ini, semakin mengokohkan tekad kebhinekaan negara kita, walaupun berbagai etnis dan agama di Kecamatan Baamang, tentunya mengharapkan satu tujuan yakni membangun negeri junjungan Kabupaten Kotim yang kita cintai ini,” katanya.
Dirinya mengingatkan, bahwa pembangunan fisik tersebut jangan menjadi yang utama. Karena yang lebih penting, adalah membangun mental dan hati agar umat Kristiani pada umumnya semakin menghayati apa yang diajarkan agama dalam kehidupan sehari-harinya, baik dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. apalah artinya sebuah bangunan tempat ibadah yang megah tanpa diimbangi dengan kemegahan sikap dan perilaku serta iman pemeluknya.
“Saya berharap, dengan adanya kehadiran gereja ini akan semakin meningkatkan semangat umat untuk beribadah di Gereja. Bukan sebaliknya, setelah tempat beribadah menjadi lebih dekat, justru umat jarang pergi ke Gereja, ini sering terjadi di mana-mana, umat yang tempat tinggalnya lebih jauh dari Gereja biasanya malah yang paling rajin pergi ke Gereja justru yang lebih dekat malah kalah,” ungkapnya.
Di samping itu, lanjutnya, pemkab juga sangat mengharapkan peran dan bantuan semua umat beragama, para pemuka agama termasuk para Pastur, tokoh Gereja, serta tokoh masyarakat, dalam memberikan kontribusi, partisipasi aktif dan nyata dalam mengatasi berbagai krisis dan tantangan yang asa di Kotim.
“Oleh karena itu, semua pihak diharapkan mampu menjaga ketenangan dan kejernihan
dalam bertindak dan berpikir, sehingga kita tidak mudah terpancing dengan isu-isu yang
menghasut masyarakat, dan mampu mengatasi dan memandang persoalan hidup dengan bijaksana,” pungkasnya.(AP-JK)